Personal Growth

KODIFIKASI HADITS PDF

Abstract. The problem of Hadits is more complex than al-Qur’ân in the perspective of Islamic theological sect. Al-Qur’ân had been codified in the early Islamic era. Makalah Kodifikasi Home · Makalah Kodifikasi Author: Veni Makalah Studi Qur’an Hadits (Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an) REVISI. Check out my latest presentation built on , where anyone can create & share professional presentations, websites and photo albums in minutes.

Author: Tesida Mikree
Country: Sierra Leone
Language: English (Spanish)
Genre: Science
Published (Last): 28 August 2004
Pages: 389
PDF File Size: 8.29 Mb
ePub File Size: 15.55 Mb
ISBN: 589-6-71084-675-6
Downloads: 10573
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Tojajora

Veni Jumila Danin 2. Angga Kodifioasi Kurniawan 3. Elis Alvirawati 4. Hadis dalam risalah Islam merupakan teladan yang wajib hadiys. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan hadis pada masa Rasul? Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan hadis pada masa sahabat? Bagaimana awal mula dan proses kodifikasi hadis? Pengertian Hadis, Sunnah, Khabar, dan Atsar Ada tiga kata yang dijadikan makna dari hadis itu sendiri, yaitu: Jadi, hadis bisa juga diartikan dengan sesuatu yang baru jika disandarkan dalam katanya saja, kecuali jika disandarkan pada nabi maka maknanya lain lagi.

Adapun jamaknya huduts atau hidats. Jamak dari kata hadis bisa hudtsan atau hidtsan dan biasa juga disebut ahadits. Bahkan jamak yang terakhir disebut inilah yang selalu digunakan untuk mengungkapkan hadis-hadis yang bersumber dari nabi, yakni Ahaditsul Rasul. Menurut istilah dari ahli hadis, oleh al-Hafidh dalam syarah Al-Bukhary menyebukan soal pengertian hadis ini, yakni: Secara bahasa Khabar artinya berita yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain.

Bahkan ada yang mengatakan bahwa khabar ini lebih umum, dan bahkan dikatakan bahwa segala berita yang diterima dari selain Nabi saw. Secara bahasa artinya bekas atau sisa sesuatu. Jamaknya adalah atsar dan utsur. Adapun menurut istilah, menurut kalangan ulama sama artinya dengan hadis dan khabar.

Ahli hadis juga dinamai dengan atsary. Ini sejalan dengan pendapat At-Thahawy.

Dan pendapat lain juga mengartikan bahwa atsar adalah segala yang diterima dari shabat saja. AlBukhari dan Muslim 2. AlBukhary dan Muslim dari Malik ibn Huwairits 3. Hadits yang berupa persetujuan Taqriri Tidak semua materi hadits secara utuh berasal dari nabi, baik berupa perkataan dan hadirs. Sebagiannya adalah perkataan atau perbuatan sahabat, baik yang dilakukan didepan nabi atau sebelum itu yang kemudian dikonfirmasi kepada nabi.

Diriwatkan oleh Al-Bukhari dan Imam Muslim bahwa sahabat Khalid bin Walid memakan dhab sejenis biawak yang kemudian dihidangkan kepada Nabi saw, akan tetapi Nabi enggan untuk memakannya. Lalu sebagian sahabat Kodifikasii bertanya: Al-Bukhary dan Muslim 4. Hadits yang berupa hal ihwal Ahwali Hadits ahwali adalah sesuatu yang berasal dari nabi yang berkenaan dengan kondisi fisik, akhlaq, dan kepribadiannya. Hadits yang berupa cita-cita Hammi Hadits yang berisi tentang cita-cita nabi disebut dengan hadits hammi, yaitu hadits yang berupa keinginan atau hasrat yang belum terealisasikan.

Mulai tahun 13 sebelum hijriah sampai 11 tahun hijriah. Umat Islam pada masa ini, dapat secara langsung memperoleh Hadis dari Rasul SAW sebagai sumber Hadis tanpa ada jarak yang menghambat pertemuannya. Dalam sebuah Hadis riwayat Ahmad dari Abu Hurairah misalnya, beliau bersabda, bahwa siapa saja yang dikehendaki oleh Allah adanya kebaikan pada dirinya, kodifikask akan diberi kefahaman dalam soal agama.

  GENEEN ROTH WHEN FOOD IS LOVE PDF

Rasul juga 3 Ranuwijaya, Utang. Hsdits mejelis ini, para sahabat berpeluang banyak untuk menerima Hadis, sehingga selalu lebih mengonsentrasikan diri.

Terkadang, kepala-kepala suku yang jauh dari Madinah mengirim utusannya ke majelis ini, untuk kembali diajarkan ketika kembali. Kedua, dalam banyak kesempatan Rasul SAW juga menyampaikan hadisnya melalui para sahabat tertentu, kemudian disampaikan kepada orang lain. Keempat, melalui perbuatan langsung yang disaksikan oleh para sahabat, seperti praktik ibadah dan muamalah. Hal ini bergantung pada beberapa hal berikut: Perbedaan mereka dalam soal kesempatan bersama Rasulullah SAW.

Perbedaan dalam soal kesanggupan untuk selalu bersama Rasulullah SAW. Perbedaan mereka dalam waktu masuk Kodifokasi dan jarak tempat tinggal ke kodifkkasi. Ada beberapa sahabat yang banyak menerima hadis dari rasul SAW, dengan beberapa hadots. Mereka adalah antara lain: Mereka lebih dekat dengan Rasulullah SAWdaripada sahabat lainnya. Hadis-hadis yang diterima berkaitan dengan persoalan keluarga dan pergaulan suami-istri.

Terhadap hadis, Rasul memberi perintah resmi untuk menghafal dan menyampaikannya kepada orang lain.

Demi zat yang diriku berada pada kekuasaan-Nya tidak ada yang keluar dari padanya kecuali yang benar. Masa ini terhitung sejak tahun 11 Hijriah sampai 40 H, disebut masa sahabat besar.

Sistematika Kodifikasi Hadis Nabi Dari Tinjauan Sejarah – CORE Reader

Mereka memegang hadis, sebagai amanah Rasul SAW sebagaimana halnya yang diterimanya secara utuh ketika beliau masih hidup. Akan tetapi, dalam meriwayatkannya mereka sangat berhati-hati. Kehati-hatian ini dilakukan karena mereka khawatir terjadinya kekeliruan. Ketika ia menyatakan bahwa hal itu tidak ditemukan hukumnya, baik dalam Al-Quran maupun hadis, Al-Mugirah menyebutkan bahwa Rasul SAW memberinya seperenam.

Abu Bakar kemudian meminta Al-Mugirah untuk mengajukan saksi. Sikap kehati-hatian yang dilakukan tiga sahabat lain, yaitu selalu meminta saksi jika ada yang meriwayatkan hadis. Selain cara tersebut, Ali kadang menguji dengan sumpah.

Periwayatan Lafdzi 11 Mudasir. Ini hanya bisa dilakukan apabila mereka benar, benar menghafal hadis yang disabdakan Rasul SAW. Kebanyakan sahabat menempuh periwayatan hadis dengan cara ini.

Di antara sahabat yang paling menuntut periwayatan hadis dengan lafdzi adalah Ibnu Umar. Periwayatan Maknawi Periwayatan hadis yang matannya tidak sama dengan yang didengar dari Rasul SAW tetapi isi dan maknanya tetap terjaga secara utuh.

Sahabat lain berpendapat bahwa dalam keadaan darurat karena tidak hafal persis, dibolehkan meriwayatkan hadis secara maknawi. Hal ini bergantung kepada para sahabat atau geenrasi yang meriwayatkan. Perselisihan para ulama dalam pembukuan hadis berpangkal pada adanya dua kelompok hadis, yang dari sudut zhahirnya nampak adanya kontradiksi.

Kelompok pertama menunjukkan adanya larangan Rasul SAW menuliskan hadis, dan kelompok kedua menujukkan adanya perintah Rasul SAW untuk menuliskan hadis. Di antara mereka ada yang mencoba menggugurkan salah satunya, seperti dengan jalan melihat mana hadis yang datang terdahulu untuk dihapus ketentuannyta dengan hadis yang datang kemudian, dan ada yang berusaha men- taufiq-kan keduanya tetap digunakan.

  DAN ABNETT GAUNT GHOSTS PDF

Akan tetapi, bagi orang yang khawatir lupa atau kurang kuat ingatannya, diperbolehkan mencatatnya.

Ini karena adanya kekhawatiran tercampurnya antara ayat Al-Quran dengan hadis. Ada pula ulama yang memandang bahwa laranagan tersebut pada dasarnya bagi orang yang kuat hafalannya. Ijin penulisan diberikan kepada orang yang lemah hafalannya atau yang khawatir lupa. Akan tetapi, untuk oang-orang tertentu yang mempunyai keahlian menulis dan membaca, kodifikazi. Tercatat beberapa kota yang dijadikan sebagai pusat pembinaan dalam periwayatan hadis.

Ideologi dan Politik dalam Proses Awal Kodifikasi Hadis

Secara langsung atau tidak, pergolakan ini memberi pengaru terhadap perkembangan hadis berikutnya. Pengaruh langsungnya ialah munculnya korifikasi palsu untuk mendukung kepentingan politik. Yang dimaskud dengan kodifikasi hadis periode ini adalah kodifikasi secara resmi berdasarkan perintah kepada negara, dengan melibatkan beberapa sahabat yan ahli di bidangnya, tidak seperti kodifikasi yang dilakukan secara perorangan untuk kepentingan pribadi.

Selain itu, ia khawatir akan tercampurnya anatar hadis-hadis yang shahih dengan hadishadis yang palsu. Khalifah Umar sebagai pelopor yang memberi instruksi untuk membukukan hadis, turut terlibat mendiskusikan hadis yang dihimpun. Masa Seleksi Kodifikasi hadis nadits masa kodifikasi secara umum belum dilakukan secara selektif.

Makalah Kodifikasi – PDF Free Download

Ulama dituntut untuk melakukan penyeleksian dan pen-tashih-an. Upaya ini dilakukan pada periode berikutnya yaitu akhir abad ke-2 H atau awal abad ke-3 H, ketika pemerintahan dipegang oleh Dinasti Abbasiyah. Hasil nyata dari upaya ini adalah lahirnya kitab-kitab hadis induk yang enam al-Kutub al-Sittah.

Hadis-hadis kodifikqsi tentang fiqh hasil ijtihad pribadi Imam Malik. Pendapat-pendapat termasyhur di Madinah.

Ijtihad Imam Malik yang bersandar pada hadis, fatwa, dan keputusan sahabat. Kitab ini disusun selama empat puluh tahun. Demikian ini yang diterangkan Al-Manshur. Lahir awal tahun H di Baghdad. Sejak usia 16 tahun, ia telah belajar kodfiikasi. Orang pertama yang membedakan atau memisahkan hadis dari kajian fiqh. Secara umum, isi kitab tersebut adalah: Hadis-hadis yang didengarkan oleh Abdullah dari ayahnya dan orang lain.

Hadis-hadis yang dibacakan Abdullah kepada Imam Ahmad kodifikaasi dia sendiri tidak pernah mendengar langsung darinya. Hadis-hadis yang Abdullah tidak pernah mendengar atau membacakannya kepada ayahnya, tetapi ia menemukannya dari tulisan Imam Ahmad.

Mengenai derajat hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, ada beberapa pendapat para ulama. Kpdifikasi, pendapat yang paling benar ialah yang bersifat kompromi yang menyatakan bahwa hadis-hadis dalam kitab Al-Musnad ada yang shahiih, dhaif yang mendekati hasan, dan ada yang kurang dari itu. Lahir di wilayah Bukhara, 13 Syawal H. Nama daerah kelahirannya kemudian menjadikan nama populernya Imam Bukhari. Belum genap 10 tahun, beliau sudah menghafal hadis.

Kitab yang disusunnya ini merupakan kitab yang hanya memuat hadis-hadis shahih.